Rabu, 13 Januari 2021

Jangan Hanya Guru, Siswa Harus Paham Zoom Meeting

 

Belajar Interaktif Lewat Zoom

Oleh :Erwin Noer

Jangan hanya guru, siswa harus paham zoom meeting, adalah topik dalam artikel saya kali ini. Topik tersebut bukan sekedar muncul begitu saja, melainkan sebagai bentuk dari adanya hasrat dan keinginan agar terciptanya proses pembelajaran yang efektif, dan efisien.

Proses pembelajaran sebenarnya di lakukan secara tatap muka, yaitu ketika siswa dan guru bertemu dalam suatu ruang kelas. Kegiatan tatap muka selama ini, menjadi model pembelajaran yang paling efektif, tentunya dengan berbagai faktor yang terpenuhi. Seperti kondisi yang nyaman, guru yang berkompeten, media dan tempat di adakan pembelajaran, motivasi guru mengajar, serta kehadiran siswa sebagai sosok pembelajar.

Namun, kondisi tersebut seketika berubah, ketika pemerintah mengumumkan dua kasus positif Covid-19 pertama di Indonesia, yaitu pada tanggal 2 maret 2020. Istilah Covid-19 adalah  singkatan sebuah virus corona yang mulai melanda pada bulan desember 2019. Keberadaan virus tersebut, berdampak langsung terhadap kondisi dan pola kehidupan di berbagai negara, salah satunya di negara kita Indonesia.

Proses pembelajaran dalam jaringan(DARING), adalah salah satu bentuk dampak dari adanya Covid-19 yang melanda negara kita. Tidak hanya jenjang TK, tetapi juga tingkat pendidikan di atasnya seperti SD, SMP, SMA/SMK, dan Perkuliahan. Berbagai cara di lakukan guna memperoleh model pembelajaran yang efektif.

Adapun model pembelajaran yang menjadi pilihan salah satunya adalah penggunaan Zoom Meeting, sebagai media pembelajaran jarak jauh. Mengutip dari pada jurnal Danin Haqien, dan Aqillah A. R, zoom di katakan sebagai media pembelajaran online yang memiliki kekurangan di sisi kestabilan jaringan internet, namun di sisi lain Zoom Meeting terbukti memilki tingkat efektifas lebih baik dari pada sekedar mengandalkan media chat. Kemudian di susunlah berbagai program pelatihan guna memahamkan guru-guru kita dalam memanfaatkan media pembelajaran online, seperti zoom.

Seorang guru tentu perlu paham bahkan mahir dalam mengelola aplikasi zoom meeting, ini. Sebab dalam suatu proses pembelajaran, guru adalah pemimpin yang akan menentukan kearah mana jalannya proses pembelajaran.

Yang menjadi pertanyaan adalah “Apakah Hanya Guru Yang Perlu Paham Mengelola Zoom Meeting ?

Jawaban dari pertanyaan tersebutlah, yang menjadi ini dari penulisan artikel saya kali ini.

Seorang guru perlu mahir menggunakan aplikasi Zoom Meeting,’ tetapi siswa pun juga perlu memahami apa itu zoom meeting, dan bagaimana fungsi serta cara menggunakannya.

Hal tersebut karena, ketika proses pembelajaran di alihkan kepada model pembelajaran online, maka Zoom Meeting hadir sebagai solusi pembelajaran online. Saat seorang guru memahami bagaimana zoom meeting, namun tidak dengan siswanya. Maka yang terjadi adalah proses pembelajaran satu arah, sebab siswa tidak begitu memahami bagaimana menggunakan Zoom Meeting.

Logikanya seperti ini, ketika zoom di transformasikan sebagai ruang kelas. Tentu ruang kelas yang nyaman adalah ketika guru, dan siswa sama-sama mengerti bagaiman kondisi ruang kelas tersebut, seperti dimana lokasi siswanya, lokasi gurunya, di mana papan tulisnya, seperti apa peraturannya, dan lain sebagainya. sehingga untuk memunculkan suasana pembelajar yang efektif sangat memungkinkan.

Maka, ketika Zoom Meeting menjadi ruang kelas online, baik siswa dan guru perlu memahami seperti apa Zoom Meeting yang akan menjadi ruang kelas yang baru. Sehingga ketika proses pembelajaran, siswa dan guru menjadi nyaman. Guru mampu menyampaikan materi melalui fitur-fitur yang terdapat pada Zoom Meeting, siswa pun paham ketika melakukan presentasi online melalui Zoom Meeting tanpa kebingungan harus berbuat bagaimana. Sehingga proses pembelajaran tetap menjadi berkualitas, bagaimana pun kondisinya.

Lalu, apakah semua perlu memahami zoom meeting ?

Tentunya siswa yang perlu memahami zoom meeting, siswa yang mememuhi kriteria tingkatan pendidikan. Seperti siswa SMP, Siswa SMA/SMK atau yang sederajat, dan tingkat mahasiswa.

Prinsipnya  adalah online maupun offline sama saja, yang terpenting bagaimana seorang guru dan siswanya dapat melakukan pembelajaran secara nyaman dan  interaktif.

 

3 komentar:

Tolong berkomentarlah dengan sopan, dan membangun blog ini. Hindari perbuatan SPAM

Introvert, jago komunikasi: perlukah?

Oleh: Erwin Noer Hallo, guys.. Hari ini gue mau bahas sebuah topik yang menarik. Topik gue ini tentang seseorang yang berkarakteristik intro...