Rabu, 06 Januari 2021

Konsep Kebutuhan Manusia

 

            Manusia seabagai mahkluk hidup pasti mengalami proses kehidupan. Selanjutnya dalam proses menjalani kehidupan, seorang manusia tentu membutuhkan atau memerlukan berbagai barang maupun jasa untuk memperoleh rasa puas, dan menunjang kehidupannya. Maka, seorang manusia mau tidak mau akan terlibat interaksi dengan manusia lainnya. sebab, pada dasarnya manusia tidak dapat menjalani kehidupan secara sendiri, dan karena itulah manusia di katakan sebagai mahkluk sosial. Pada akhirnya keterbutuhan antar manusia yang satu dengan yang lain, menciptakan pola-pola khas di dalam kehidupan manusia. Seperti adanya masyarakat, komunitas, suku, dan lain sebagainya.

            Lebih jauh lagi, keterbutuhan antar manusia pada akhirnya akan membangun suatu prilaku. Prilaku ekonomi, seperti jual-beli di pasar, minimarket, dan lain sebagainya. prilaku sosial, seperti tegur sapa, saling berbicara, mengobrol, dan lain sebagainya. prilaku-prilaku tersebut, dalam kehidupan lambat laun akan menjadi pola prilaku, dan menjadi kebiasaan atau budaya. Dalam memenuhi kebutuhan, sebagai manusia hal tersebut  adalah suatu keharusan. Namun, perlu di sadari, ternyata tidak semua kebutuhan dapat di penuhi. Bahkan untuk memenuhi kebutuhan di perlukan adanya pengorbanan, dan perjuangan.

            Maka, di karenakan pemuas kebutuhan tidak mudah di dapatkan, dan cenderung memerlukan pengorbanan. Sebagai manusia perlunya  ketelitian untuk memilih kebutuhan yang lebih prioritas. Berikut istilah, dan pengertian mengenai konsep kebutuhan :

                                 1.         Kebutuhan menurut tingkat kepentingannya, di bedakan menjadi tiga macam. Kebutuhan itu adalah kebutuhan primer, skunder, dan tersier. (a) Kebutuhan primer merupakan kebutuhan yang harus di penuhi, artinya tidak dapat di tunda. Contohnya makan, minum, pakaian, dan tempat tinggal. (b) Kebutuhan skunder merupakan kebutuhan yang dapat di penuhi setelah kebutuhan primer. Artinya penuhi dulu kebutuhan primer, barulah kebutuhan skunder. Contohnya TV, HP, Kendaraan, dan lain sebagainya. (c) Kebutuhan tersier merupakan kebutuhan yang boleh di penuhi, boleh tidak. kebutuhan ini dapat di penuhi setelah kebutuhan primer, dan skunder terpenuhi. Contohnya Mobil, Berlian, Paket wisata, dan lain sebagainya.

                                 2.          Kebutuhan menurut sifatnya, di bedakan menjadi kebutuhan jasmani, dan kebutuhan rohani. (a) Kebutuhan jasmani, merupakan kebutuhan yang di perlukan oleh fisik manusia agar dapat hidup sehat. Contohnya olahraga, istirahat, memakan, meminum, dan lain sebagainya. (b) Kebutuhan rohani, merupakan kebutuhan yang di perlukan untuk kepentingan jiwa manusia. Apabila kebutuhan tersebut di penuhi, maka akan memperoleh rasa puas, tentram, dan damai. Contohnya kebutuhan akan rekreasi, berdo’a, beribadah, belajar, berbuat baik, dan lain sebagainya.

 

                                 3.         Kebutuhan menurut waktunya, kebutuhan ini di bedakan menjadi kebutuhan sekarang,  dan kebutuhan yang akan datang. (a) Kebutuhan sekarang, merupakan kebutuhan yang harus di penuhi pada saat sekarang, dan tidak dapat di tunda lagi. Contoh kebutuhan akan paying, ketika hujan. Kebutuhan akan makan saat lapar, kebutuhan akan berobat saat sakit, dan lain sebagainya. (b) Kebutuhan yang akan datang, merupakan kebutuhan yang dapat di rencanakan dalam pemenuhannya. Contoh membayar uang SPP, kebutuhan membayar cicilan rumah, dan sebagainya. namun, perlu di sadari kebutuhan ini akan menjadi kebutuhan yang harus di penuhi, saat waktu pemenuhannya sudah tiba. Contoh bulan lalu, kebutuhan membayar SPP, belumlah mendesak’ tetapi akan menjadi mendesak saat jatuh tempo.

 

                                 4.         Kebutuhan menurut subjek yang merasakan, kebutuhan ini di bedakan menjadi kebutuhan individu, dan kebutuhan kolektif. (a) Kebutuhan individu, merupakan kebutuhan yang sifatnya perorangan. Artinya kebutuhan seorang tersebut, belum tentu menjadi kebutuhan bagi orang lain. Contohnya kebutuhan akan kaca mata, dan lain sebagainya. (b) Kebutuhan kelompok merupakan kebutuhan yang sifatnya di rasakan oleh sekelompok orang, dan pemenuhannya juga di lakukan secara bersama-sama. Contohnya kebutuhan akan berorganisasi, bermain sepakbola, gotong royong, musyawarah, dan lain sebagainya.

             

 

4 komentar:

Tolong berkomentarlah dengan sopan, dan membangun blog ini. Hindari perbuatan SPAM

Introvert, jago komunikasi: perlukah?

Oleh: Erwin Noer Hallo, guys.. Hari ini gue mau bahas sebuah topik yang menarik. Topik gue ini tentang seseorang yang berkarakteristik intro...