Selasa, 23 Februari 2021

Tips Sederhana Membangun Relasi Sosial


Oleh: Erwin Noer

Masyarakat yang ada saat ini, adalah salah satu bukti kalo manusia adalah mahluk sosial. Sehingga sudah semestinya sebagai mahluk sosial, kita membangun relasi sosial, atau yang akrab dengan yang namanya hubungan sosial. Namun, yang saya maksud di sini adalah relasi sosial, atau hubungan sosial yang harmonis. Relasi sosial menjadi hal yang sangat penting, selain memenuhi kebutuhan akan adanya interaksi, pengakuan, dan ikatan antar sesama. Ternyata relasi sosial, adalah salah satu bentuk investasi masa depan.

Dalam membangun relasi sosial, banyak sekali hal-hal yang yang dapat di lakukan. Di antaranya adalah tips sederhana dalam membangun relasi sosial. Tentunya tips-tips ini akan membantu kawan-kawan pembaca, dari yang pendiam banget’ sampai yang cerewet. Bisa ngepraktekin langsung. Adapun tipsnya adalah sebagai berikut :

·         Tips pertama, adalah tegur sapa.

·         Tips kedua, adalah senyum.

 

Tegur Sapa

Di sadari, atau tidak, kita dalam menjalani kehidupan mau atau tidak mau akan melalukan banyak aktifitas yang melibatkan orang lain, apakah itu dalam kehidupan bermasyarakat, berkeluarga, berteman, dalam bekerja, bersekolah, dan lain sebagainya.

Keterlibatan tersebut, tentu harus di isi dengan keharmonisan. Hal sederhana yang dapat di lakukan adalah dengan menegur, atau menyapa orang lain. Tegur, sapa dapat menjadi awal dari adanya sebuah hubungan yang harmonis. Contoh, kita sedang berada pusat perbelanjaan’ awalnya hanya seorang diri. Kemudian mencoba menegur, atau menyapa orang lain. Maka, dari situ akan terbangun pola awal dari adanya suatu realsi sosial. Bisa jadi, di lain waktu mengalami kesusahan. Contoh, ban bocor di jalan’ tidak sengaja bertemu dengan orang yang di sapa saat berada di pusat perbelanjaan. Bisa jadi orang tersebut karena kenal lewat tegur sapa tersebut. Menjadi berniat membantu. 

Tips sederhana membangun relasi sosial/Sumber Gambar: Tutorkeren.com

 

Kalo kita tela’ah, pada penjelasan mengenai tegur sapa ternyata tegur sapa dapat mengawali adanya relasi sosial. Sedangkan relasi sosial, bisa menjadi investasi bagi kita, entah berupa bantuan, rekan kerja, dan lain sebagainya.

Senyum

Dengan kita senyum, orang lain akan menjadi nyaman. Senyum memiliki keterkaitan dengan tegur sapa tadi. Tegur sapa, tanpa di iringi dengan senyum dan keramahan. Tegur sapa justru Nampak seperti negur orang yang melakukan kesalahan. Tentu niatan kita gak mau di salah artikan. Maka, kita perlu mengkolaborasikan antara tegur sapa, dan senyum.

Senyum di sini, yang saya maksud adalah senyum yang tidak berlebihan. Contoh, pergi jalan-jalan’ sepanjang jalan kita senyum, kan kayak orang …….., tau sendirikan maksudnya.

Oke, sampek sini, sudah paham ya maksudnya..

Kedua tips tersebut, adalah du acara yang dapat di kolaborasikan secara bersamaan, tips tersebut’ selain mudah untuk di lakukan’ gratis juga kan.

Hal-hal semacam, ini seperti tegur sapa, senyum, dan lain sebagainya perlu untuk di budayakan. Selain bermanfaat bagi diri kita di masa kini, menjalankan ajaran agama, hal tersebut juga dapat menjadi investasi kita di masa mendatang.

Semoga artikel sederhana, seperti judulnya yang juga sederhana dapat memberikan manfaat yang luar biasa.

Rabu, 17 Februari 2021

Jogging Sebagai Gaya Hidup, dan Terapi Diri


Oleh: Erwin Noer

Setiap individu, bahkan masyarakat secara bersama mengatakan tentang keinginan memiliki kehidupan yang ideal, artinya kehidupan yang damai, dan sejahtera. Namun, realitanya adalah kehidupan ini di warnai dengan problematika. Berbagai problematika, datang silih berganti. Misalnya, seseorang ingin menulis tetapi tidak tau caranya. Hal tersebut untuk sebagian orang adalah sebuah masalah. Namun, bagi sebagian yang lain bukanlah masalah. Artinya problematika ini, bagi setiap orang bentuknya akan berbeda-beda tergantung bagaimana seseorang tersebut menyikapi problem tersebut.

Maka pada artikel kali ini saya akan membahas 2 manfaat jogging, yaitu sebagai gaya hidup, dan terapi diri serta manfaat joging terhadap diri dalam menyikapi problematika kehidupan.

Jogging Sebagai Gaya Hidup/Sumber Gambar: Ngalam.co

Joging sebagai gaya hidup

Berbicara tentang joging, atau yang sering di kenal dengan kegiatan jalan kaki, sampai dengan lari-lari kecil. Jogging adalah salah satu bentuk dari olahraga fisik yang sangat bermanfaat bagi tubuh. Artinya selain jogging masih banyak aktifitas fisik lain yang memiliki manfaat bagi tubuh.

Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa joging dapat menjadi gaya hidup ?

Sebagai gaya hidup, joging selain memiliki manfaat yang baik bagi tubuh, joging juga merupakan aktifitas yang murah, serta dapat di lakukan secara sendiri. Artinya tidak bergantung pada orang lain. misalnya olahraga sepak bola’ olahraga ini tentu membutuhkan tim, dan kalua pun di lakukan secara sendiri membutuhkan bola sebagai media dalam melakukan olahraga sepak bola.

Berbeda halnya dengan jogging, jogging dapat di lakukan secara individu, secara bersama, dan dapat di lakukan tanpa perlu mempersiapkan media  tambahan yang lain.

Joging dapat di lakukan dengan menggunakan alas kaki, atau tanpa alas kaki. Selain itu joging juga dapat di lakukan pada waktu pagi hari, sore hari, bahkan malam hari. Kalo mau di lakukan siang hari, juga bisa tapi tentunya membutuhkan stamina yang lebih besar. Namun, secara pribadi penulis blog erwinnoer.com ketika melakukan jogging, lebih memilih waktu di pagi hari, dan sore hari.

Dari uraian di atas, maka jogging menjadi tepat ketika di jadikan gaya hidup karena dapat di lakukan dengan biaya gratis, dan tanpa persiapa khusus. Sehingga tidak rumit ketika ingin menjadikan jogging sebagai gaya hidup.

Jogging sebagai terapi diri/Sumber Gambar: Tokopedia.com

 

Jogging sebagai terapi diri

Problematika kehidupan kadangkala, membuat diri menjadi penat, sulit kosentrasi, dan terkadang berdampak pada munculnya stress atau depresi pada diri. Kondisi tersebut bila di biarkan tentu akan berdampak buruk terhadap diri.

Sebuah problematika, tentu harus di hadapi, dan di cari jalan keluarnya. Akan tetapi pada kondisi diri yang kurang fit, kadangkala diri menjadi lebih sulit dalam menyikapi berbagai problematika. Sehingga hal tersebut menambah permasalahan terhadap diri, misalnya susah konsentrasi, atau bingung harus bagaimana. Maka, perlu upaya dalam meminimalisir.

Jogging sebagai terapi diri, memiliki manfaat yang baik bagi tubuh. Hal tersebut, karena dengan rutin melakukan jogging’ peredaran tubuh menjadi lebih lancar. Sehingga berdampak pada meningkatnya ketenangan diri, konsentrasi, dan yang pasti mengurangi kepenatan.

Sehingga jogging bila di lihat dari aspek kesehatan, memiliki manfaat terhadap diri, dan dapat di jadikan sebagai terapi diri.

Baca Juga :

 

Kemudian apa manfaat menjadikan joging sebagai gaya hidup, dan terapi diri dalam menyikapi sebuah problematika kehidupan ?

Di atas telah di ulas, tentang alasan mengapa joging layak di jadikan sebagai gaya hidup, dan terapi diri. Kemudian saya akan sampaikan tentang manfaat jogging terdahadap diri dalam menyikapi problematika kehidupan.

Problematika kehidupan, sebenarnya baik bagi diri seseorang. Karena seseoarang akan terdorong untuk mengatasi kondisi tersebut, dan mencari jalan keluar. Sehingga seseorang tersebut akan belajar dari problem tersebut, dan akan menjadi pengalaman berharga. Akan tetapi ketika problematika tidak dapat di atasi, tentu akan menjadi masalah besar bagi seseorang.

Problematika kadangkala akan menyebabkan kepenatan pikiran, stress, dan depresi. Maka, kondisi tersebut dapat menjadi ringan ketika seseorang memiliki rutinitas jogging. Di sadari atau tidak, jogging selain gratis, memiliki manfaat bagi tubuh. Manfaat dalam melancarkan peredaran darah, serta baik bagi kesehatan jantung, dan paru-paru.

Maka, ketika joging sudah menjadi rutinitas, seseorang akan lebih siap ketika sedang mengalami problematika kehidupan. setidaknya dapat mengurangi kepenatan, karena buruknya peredaran darah dalam tubuh. 

 

Selasa, 16 Februari 2021

Sekilas Mengenal Sosiatri

 

Oleh: Erwin Noer

Sejarah Singkat Sosiatri

Sosiatri sebagai cabang ilmu sosial, yaitu ilmu terapan yang menitik beratkan pada upaya pertolongan masyarakat, dan upaya pembangunan masyarakat. ilmu sosiatri ini, mulai di kembangkan di Universitas Gadjah Mada sejak tahun 1957. Dalam perkembangannya ilmu sosiatri, mengalami beberapa fase, adapun fasenya adalah sebagai berikut :

  • Fase awal perkembangan ( 1957-1966), pada fase ini perkembangan ilmu sosiatri masih terbatas pada cabang ilmu sosial yang berada di Universitas Gadjah Mada. Selanjutnya dari sisi kajian masih ialah masalah-masalah sosial patologis. Masalah-masalah sosial tersebut meliputi, kemiskinan, kebodohan, kualitas kesehatan yang buruk, jumlah penduduk yang terus bertambah secara signifikan, dan adanya keterbatasan sosial, dan fisik.
  • Fase Pemantapan perekembangan (1967-1997), pada fase ini perkembangan ilmu sosiatri di tandai dengan di selenggarakannya pendidikan ilmu sosiatri di berbagai universitas di Indonesia, di antaranya adalah Universitas Tanjung Pura Pontianak, Universitas Mulawarman Samarinda, Universitas Sam Ratulangi Manado, Universitas Darul Ulum Jombang, Universitas Cokroaminoto Yogyakarta, Sekolah Tinggi Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik Iskandarmuda Aceh, dan Sekolah Tinggi Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik APMD Yogyakarta.
  • Fase Perkembangan (1998-Sekarang), pada fase ini perkembangan ilmu sosiatri di tandai dengan adanya kesempatan bagi ilmuan sosiatri mengembangkan spesialisasinya.

Ruang Lingkup Kajian Sosiatri

Ilmu sosiatri banyak mengkaji berbagai problematika sosial, seperti kemiskinan, kejahatan, disorganisasi keluarga, dan disorganisasi sosial. selain itu, ilmu sosiatri juga memfokuskan diri pada berbagai upaya pembangunan masyarakat. 

Sekilas Mengenal Sosiatri/Sumber Gambar: Vindiasari.com

    

Peran, dan tanggung jawab Sosiatris

Sosiatris/Ilmuan Sosiatris, sebagai profesi yang memiliki visi, dan misi membangun masyarakat, banyak berperan aktif di tiga sektor yaitu sektor pemerintahan, Perusahaan, dan NGO/LSM. kemudian ilmuan sosiatris, banyak berperan sebagai pendidik, dan dosen di berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Introvert, jago komunikasi: perlukah?

Oleh: Erwin Noer Hallo, guys.. Hari ini gue mau bahas sebuah topik yang menarik. Topik gue ini tentang seseorang yang berkarakteristik intro...