Istilah “Rumput Tetangga Lebih Hijau” menggambarkan tentang keinginan untuk bahagia seperti orang lain, bahkan melampaui, dan tidak pernah merasa cukup atau puas.
Erwinnoer (Ilustrasi: gurusiana)
Beberapa contoh dari perasaan tidak cukup, seperti (1) seseorang anak yang mengharapkan orang tuanya memberikan sesuatu yang lebih seperti yang telah di lakukan oleh orang tua teman-temannya. (2) Orang tua yang menilai anak orang lain lebih berbakat, dan dapat membanggakan, sehingga memaksakan kehendak terhadap anaknya. (3) Suami yang menilai istri orang lain lebih cantik, dan juga pandai membuat dirinya menaruh harapan, dan keinginan yang besar terhadap istrinya agar mirip dengan wanita lain, bahkan lebih. (4) Istri yang menilai suami orang lain lebih dapat membahagiakan istrinya dengan banyak penghasilan, dan kekayaan. Sehingga membuat dirinya menaruh harapan, dan keinginan yang besar terhadap suaminya agar mirip dengan laki” lain, bahkan lebih.
Kamu pernah mengalaminya, jika iya bisa jadi itu adalah indikasi dari paparan budaya hedonisme. Budaya hedonisme, menggiring pengikutnya untuk beranggapan bahwa kebahagiaan dapat di miliki dengan cara mencari sebanyak-banyaknya, dan dengan cara apapun.
Bagi seseorang yang memiliki kapasitas, hedonisme membuat seseorang lebih konsumtif, boros, dan juga egois terhadap sesuatu. Sedangkan bagi seseorang yang tidak memiliki kapasitas, cenderung merasa kehidupan orang lain lebih bahagia, dan juga memiliki keinginan yang besar untuk memilikinya. Walaupun pada kenyataannya memenuhi ekspektasi tersebut menjadi sangat sulit.
Maka, guna terhindar dari paparan budaya hedonisme sebaiknya mulai dengan kebutuhan mendasar, mulai dengan sesuatu yang penting, secukupnya, dan juga dengan selalu bersyukur. Dan rumput tetangga gak lebih hijau.
Betul yaa.. Rasanya gak akan ada habisnya kalau memerhatikan punya orang lain.
BalasHapusYang ada selalu menginginkan hal-hal yang di luar kemampuan. Lebih banyak bersyukur, maka semoag Allaah limpahkan nikmat yang lebih banyak lagi.
Yup. Intinya memang harus selalu bersyukur agar tak sering melihat bahwa rumput tetangga jauh lebih hijau*
BalasHapus