Jumat, 01 Januari 2021

Memahami Quarter Life Crisis

 


Apa Itu Quarter Life Crisis ?

 

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabaraktuh

            Artikel tentang “Memahami Quarter Life Crisis”, saya dedikasi kan untuk kawan-kawan yang mungkin belum biasa dengan istilah quarter life crisis, dan khususnya untuk kawan-kawan yang memang sedang berada pada fase tersebut. Quarter life crisis, merupakan istilah dalam ilmu psikologi, yaitu merujuk kepada kondisi seseorang yang sedang mengalami fase kebimbangan, dan kebingungan. Fase quarter life crisis, umumnya terjadi pada usia 20.an, artinya antara jarak usia 20 – 30 tahun. Kondisi ini uni sex yah, artinya bisa di alami kaum wanita, maupun kaum pria.

Seorang pakar psikologi, yaitu peneliti sekaligus pengajar dari University og Greenwich, London, Dr. Oliver Robinson. Beliau mengatakan seseorang yang sedang berada fase Quarter life crisis’ akan mengalami 4 fase, yaitu fase perasaan terjebak, fase mulai menemukan jawaban, fase membangun hidup kembali, dan terakhir fase memperkokoh tujuan hidup, dan komitmen diri.

  1. Pada fase yang pertama, seseorang mulai mengalami kebimbangan, dan merasa terjebak dengan hal-hal yang rumit. Pada fase ini, seseorang mulai mempertanyakan tentang tujuan hidupnya, keberhasilan, kualitas diri, dan sebagainya. dengan adanya perkembangan tehnologi yang semakin pesat, banyak media sosial’. Orang-orang pada fase ini cenderung semakin mudah dalam membandingkan diri dengan orang lain melalui media sosial. Seseorang yang berada pada fase ini, di sarankan untuk mulai menjaga jarak dengan media sosial, hingga fase ini samapai pada fase berikutnya. 
  2. Pada fase yang kedua, seseorang mulai mendapatkan jawaban dari kegelisahan, dan kebimbangan yang di alami. Ketika seseorang berada pada fase ini, seseorang tersebut cenderung memiliki berbagai jawaban dari kegelisahannya, seperti jika kebimbangannya berkaitan dengan apa yang ingin di lakukan setelah menamatkan studi perkuliahan, maka pada fase ini seseorang sudah tau apa yang harus di lakukan. 
  3. Pada fase yang ketiga, seseorang mulai membangun kembali hidupnya dengan berbagai pilihan jawaban yang telah di temukan saat berada di fase yang kedua. Ketika seseorang berada fase ini, seseorang tersebut cenderung melakukan hal-hal yang sesuai dengan jawaban yang di temukannya. Sebagai contoh, ketika kebimbangannya berkaitan dengan apa yang harus di lakukan untuk menjadi pribadi yang sehat, maka pada fase kedua seseoarng telah menemukan jawaban seperti model makanan yang sehat, olahraga yang sesuai, jam tidur yang sesuai, dan lain sebagainya. selanjutnya pada fase ketiga ini seseorang mulai membangun pola-pola dalam kehidupan sesuai dengan cara, dan tujuan hidup yang telah di temukan. 
  4. Pada fase yang keempat, seseorang yang telah melalui fase-fase sebelumnya mulai memperkokoh cara hidup pilhannya, dan berkomitmen pada tujuan hidupnya.

            Fase quarter life crisis pada dasarnya adalah hal yang lumrah atau wajar, namun sebagian orang akan mengalami fase ini secara berlarut-larut, sehingga memunculkan kondisi terjebak dalam fase quarter life crisiss. Seseorang yang berada kondisi terjebak, maka fase yang di alaminya akan memakan waktu yang sangat lama. Sehingga berdampak pada berbagai hal dalam hidupnya, seperti gaya hidup, gaya bersosial, karier, pendidikan, dan lain sebagainya. 

Cara Mengatasi Quarter Life Crisis

            Kawan-kawan yang sedang berada fase ini, ada tips yang bisa kawan-kawan terapakan. tips ini saya rasa sangat bermanfaat kalo dapat kawan-kawan terapkan, ketika berada pada fase quarter life crisis. adapun tips-tips tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Pertama, kawan-kawan bisa tingkatkan kualitas ketakwaan, seperti membaca Al-Qur’an, mengikuti majelis ilmu yang bermanfaat, dan perbanyak ibadah. karena sebagai seorang muslim, segala sesuatunya pasti tidaklah terlepas dari kehendak Allah SWT. Maka, apapun yang kawan-kawan alami hendaknya kembalikan perkara tersebut kepada Allah SWT. selanjutnya, kawan-kawan hanya perlu pasrah, dan iklas menjalani fase ini.
  2. Kedua, berhenti membandingkan diri dengan orang lain. Sebagai seorang manusia kawna-kawan hendaknya menyadari bahwa setiap manusia adalah versi terbaik yang Allah SWT ciptakan, dan hadirkan. sehingga dengan berhenti membandingkan diri dengan orang lain, akan mendorong diri kawan-kawan menemukan kualitas terbaik yang mungkin saja belum di sadari, dan belum di maksimalkan.
  3. Ketiga, mulailah menerima kondisi diri. Ketika kawan-kawan mungkin merasa kok aku di hadirkan seperti ini, dan orang lain di hadirkan seperti itu. Kemudian, kawan-kawan mulai membandingkan diri. bisa jadi ketika kawan-kawan merasa kurang dalam hal kepandaian memasak, dan merasa minder. orang lain, tentunya juga memiliki kekurangan namun dalam hal lain. maka saran saya berhenti membandingkan diri, dan mulailah menerima kondisi diri. 
  4. Keempat, lakukan hal-hal yang dapat memberikan rasa puas. seperti melakukan, hobi atau liburan,
  5. kelima, temukan orang-orang yang dapat mendukung kawan-kawan sekalian.

 

Oke, semoga kawan-kawan setelah membaca artikel ini, dapat melewati fase quarter life crisiss lebih santai, simple, dan tetap produktif.

 

7 komentar:

  1. Saya usia 27 tapi fase ini lgi mnegalami sepertinya

    BalasHapus
  2. jadi paham saya mengenai Quarter Life Crisis setelah baca artikel ini

    BalasHapus
  3. Terimakasih atas infonya...tipsnya juga sangat membantu sekali

    BalasHapus
  4. Aku juga pernah nulis nih mengenai quarter life crisis, tahap yang sampai sekarang masih aku lalui. Nice sharing Kak.

    BalasHapus

Tolong berkomentarlah dengan sopan, dan membangun blog ini. Hindari perbuatan SPAM

Introvert, jago komunikasi: perlukah?

Oleh: Erwin Noer Hallo, guys.. Hari ini gue mau bahas sebuah topik yang menarik. Topik gue ini tentang seseorang yang berkarakteristik intro...